LAHAN BASAH DAN PERANANNYA BAGI MASYARAKAT

Pengertian lahan basah

Lahan basah adalah suatu wilayah yang tergenang air, baik alami maupun buatan, tetap atau sementara, mengalir atau tergenang, tawar asin atau payau, termasuk di dalamnya wilayah laut yang kedalamannya kurang dari 6 m pada waktu air surut paling rendah. Taman Nasional Komodo merupakan kawasan konservasi yang memiliki keanekaragaman hayati sangat tinggi baik itu di wilayah terestrial maupun perairan. Di wilayah perairan, lahan basah memiliki peranan yang sangat vital bagi denyut nadi konservasi jangka panjang.

Jenis-jenis dan manfaat lahan basah di Taman Nasional Komodo.

Jenis-jenis lahan basah dapat berupa rawa, hutan mangrove, terumbu karang, padang lamun, danau, muara, sungai, sawah, tambak dan kolam garam. Lahan basah yang ada di Taman Nasional Komodo dapat ditemukan dalam bentuk hutan mangrove, terumbu karang, dan padang lamun.

Hutan mangrove merupakan hutan yang tumbuh di muara sungai, daerah pasang surut atau tepi laut. Tumbuhan mangrove bersifat unik karena merupakan gabungan dari ciri-ciri tumbuhan yang hidup di darat dan di laut. Umumnya mangrove mempunyai sistem perakaran yang menonjol yang disebut akar nafas (pneumatofor). Sistem perakaran ini merupakan suatu cara adaptasi terhadap keadaan tanah yang miskin oksigen atau bahkan anaerob. Akar pohon dari jenis mangrove mempunyai bentuk adaptasi untuk  keperluan respirasi. Bisa berupa akar lutut, akar tunjang, maupun bentuk yang lainnya. Beberapa jenis mangrove yang terkenal antara lain Bakau (Rhizopora spp.), Api-api (Avicennia spp.), Pedada (Sonneratia spp.) dan Tancang (Bruguiera spp.)


Gambar 1.  Peta penyebaran vegetasi rumput laut dan bakau di Taman Nasional Komodo

Terumbu karang merupakan sekumpulan hewan karang yang bersimbiosis dengan sejenis tumbuhan alga yang disebut zooxanhellae. Hewan karang bentuknya aneh, menyerupai batu dan mempunyai warna dan bentuk beraneka rupa. Hewan ini disebut polip, merupakan hewan pembentuk utama terumbu karang yang menghasilkan zat kapur. Polip-polip ini selama ribuan tahun membentuk terumbu karang. Zooxanthellae merupakan suatu jenis algae yang bersimbiosis dalam jaringan karang. Zooxanthellae ini melakukan fotosintesis menghasilkan oksigen yang berguna untuk kehidupan hewan karang

Gambar 2.  Peta penyebaran terumbu karang di Taman Nasional Komodo

Gambar 3. Terumbu karang dangkal (gosong) di depan Kampung Rinca.

Padang lamun merupakan ekosistem khas laut dangkal di perairan hangat dengan dasar pasir dan didominasi tumbuhan lamun, sekelompok tumbuhan anggota bangsa Alismatales yang beradaptasi di air asin. Padang lamun hanya dapat terbentuk pada perairan laut dangkal (kurang dari tiga meter) namun dasarnya tidak pernah terbuka dari perairan (selalu tergenang). Terkadang, vegetasi lamun dijumpai setelah vegetasi mangrove dan fungsinya dapat berperan sebagai filter lumpur /tanah yang hanyut bersama air ke pantai setelah mampu lolos tertahan oleh perakaran vegetasi mangrove. Padang lamun juga dapat dilihat sebagai ekosistem antara ekosistem mangrove dan terumbu karang. Di Taman Nasional Komodo, lamun adalah sumber pakan utama duyung.

Pemanfaatan lahan basah di Taman Nasional Komodo oleh masyarakat

Ekosistem Mangrove yang sehat memberikan manfaat yang begitu penting bagi masyarakat. Mangrove merupakan pelindung alami yang kuat dan praktis untuk menahan erosi pantai dan juga penahan angin pantai yang berhembus kencang, selain itu sebagai tempat hidup dan berkembang biak ikan, udang, kepiting, dan burung. Pemanfaatan ekosistem mangrove oleh masyarakat adalah sebagai tempat untuk mencari sumber daya perairan seperti ikan, udang, dan kepiting bakau. Persebaran mangrove di Taman Nasional Komodo dapat dilihat pada gambar 1 tersebut di atas.

Paparan terumbu karang di Taman Nasional Komodo dapat ditemui hampir di sekeliling pulau-pulau sampai kedalaman 40 meter. Persebaran terumbu karang di Taman Nasional Komodo dapat dilihat pada Gambar 2. Paparan terumbu karang yang sehat merupakan tempat bagi ikan untuk berpijah dan juga sebagai tempat hidupnya ikan-ikan yang banyak dibutuhkan manusia untuk pangan, seperti ikan kerapu, ikan baronang, ikan ekor kuning, dll, sebagai benteng ” pelindung pantai dari kerusakan yang disebabkan oleh gelombang atau ombak laut sehingga manusia dapat hidup di daerah dekat pantai dan juga sebagai tempat untuk wisata (dive spot). Sebagian besar terumbu karang di Taman Nasional Komodo masuk dalam zona bahari (Wilayah Larang Ambil) dikarenakan fungsinya yang sangat vital bagi keberlanjutan pemanfaatan sumber daya perikanan. Pantai-pantai yang dangkal di sekitar Taman Nasional Komodo baik itu di sekitar zona pemukiman maupun di zona pemanfaatan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai daerah untuk budidaya rumput laut.

Ekosistem padang lamun di Taman Nasional Komodo dapat ditemukan di beberapa tempat. Ekosistem ini berada di antara ekosistem mangrove dan ekosistem terumbu karang. Padang lamun yang berada di sekitar Pulau Papagaran merupakan daerah bertelurnya ikan sancara yang sangat lezat rasanya dan memiliki nilai gizi yang tinggi. Pemanfaatan padang lamun oleh masyarakat selama ini, masih terbatas sebagai daerah untuk mencari sumber daya laut seperti teripang, kepiting, maupun ikan sancara.

About these ads
Categories: Uncategorized | Tinggalkan komentar

Post navigation

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com. The Adventure Journal Theme.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: